REKAMAN KEGIATAN PENERIMAAN ANGGOTA BARU (REKUDO) 2009-2010
Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 28 – 29 November 2009, yang bertempat di Villa Rawa Pening Bandungan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sebanyak 23 orang.
Acara dibuka dengan pembagian kamar kemudian pembacaan tata tertib dari Ketua Umum, yaitu Sdr. Yohanes Probo, setelah itu dilanjutkan dengan sesi sambutan dan pembukaan oleh Sdr. Thomas Christian. Dan setelah makan siang acara dilanjutkan dengan sesi ke-2 yang dipimpin Burder Ari dengan acara doa karonka dan permainan yang mengajarkan pentingnya komunikasi, lalu dilanjutkan dengan permainan air dan mandi sore. Sesudah semua peserta mandi, istirahat, dan makan malam acara kembali dilanjutkan dengan sesi ke-3 oleh Drs. A. Wiyaka, M.Pd yang diisi dengan sharing pengalaman-pengalaman yang unik. Setelah sesi ke-3 lalu dilanjutkan dengan Hakking yang di isi dengan permainan-permainan, permainan ini mempunyai banyak tujuan yang intinya adalah menyadari pentingnya kebersamaan. Setelah haking selesai peserta dipersilahkan tidur malam untuk menghilangkan letih.
Pada keesokan harinya acara dilanjutkan dengan senam pagi, lalu permainan air dikolam renang dan dilanjutkan dengan mandi pagi kemudian makan pagi. Pada acara penutup di isi dengan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan yang dipimpin oleh ketua Umum Sdr. Yohanes Probo, dan diselingi dengan pembagian buku doa sebagai kenang-kengan. Dan setelah ditutup semua peserta dan panitia membereskan semua perlengkapan dan bersiap untuk kembali kerumah masing-masing, dan setelah bus jemputan datang kami semua meninggalkan lokasi untuk pulang.
III. EVALUASI
Dalam kegiatan ini, kami mengalami beberapa kendala, antara lain :
1. Tidak tepat waktu keberangkatan, dikarenakan bus antar jemput kami yang terjebak
macet dijalan sehingga acara mundur dari jadwal.
2. Hujan yang terus-menerus turun membuat beberapa acara yang sudah disusun
menjadi tidak bias dilaksanakan.
3. Kurangnya Komunikasi dari peserta dan panitia.
4. Kamar mandi yang jumlahnya terbatas sehingga memakan banyak waktu untuk
mandi.
Namun panitia mencoba mengatasi kendala sehingga semua acara dapat berjalan dengan lancar.
1. KEPANITIAAN
Panitia terdiri dari pengurus UKM PKKMK IKIP PGRI Semarang. Adapun susunan panitianya sebagai berikut :
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN REKREASI PERSEKUTUAN DOA (ReKuDo) 2009
Pelindung : Pembantu Rektor III IKIP PGRI Semarang
Pembina : Drs. A. Wiyaka, Mpd
Ketua Umum : Yohanes Probo W
Ketua Pelaksana : Thomas Christian W
Sekretaris : Indita Diah Saraswati
Bendahara : Rosalina Kusuma D
Sie Konsumsi : Kristina Yuliana
Afra Rosaria Chandra
Fransiska Heru
Sie Humas : Felix Chandra
Elizabeth Evi
Sie Dokumentasi : Immaculata Dwivena
Dekorasi : Gandjar
Sie Acara : Monika Berliani
Liturgi : Waya Mustika Rini
Sie Perlengkapan : Yono Widiantoro
Read more...
Jumat, 22 Januari 2010
LANGKAH - LANGKAH DISKUSI
A. Pengertian Diskusi
Pada hakekatnya diskusi ialah suatu metode untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan proses berfikir secara kelompok. Kata diskusi berasal dari bahasa latin “discutio” atau “discucum” yang berarti bertukar pikiran. Sedangkan dalam bahasa inggris ialah “discussion” yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Secara garis besar diskusi berarti perundingan untuk bertukar pikiran tentang suatu masalah, dengan cara memahami suatu masalah, menemukan sebab dan mencari jalan keluar atau pemecahannya. Dalam pelaksanaannya diskusi bias dilakukan oleh dua orang, atau lebih.
Biasanya diskusi selalu diwarnai dengan Tanya jawab antar peserta. Pada kesempatan ini peserta bisa memberikan keterangan, menolak suatu gagasan ataupun memberi saran dan tanggapan dan pertisipasi lain. Dengan kata lain suatu kelompok menampilkan kejamakan pribadi-pribadi, tetapi tujuan akhirnya adalah tunggal bukan jamak. Oleh karena itu agar bias menghindari agar kelompok tidak sempat kehilangan arah maka seorang anggotanya ditunjuk dan diangkat sebagai ketua ataupun pimpinan atau yang sering disebut sebagai moderator. Dengan demikian kesimpulan dari sebuah diskusi merupakan suatu hasil dari pemikiran bersama atau kelompok.
B. Persiapan Diskusi
Dalam suatu diskusi juga diperlukan adanya suatu persiapan, karena suatu persiapan yang baik akan membuat jalannya diskusi menjadi lancer. Karena diskusi diikuti oleh banyak orang, maka persiapan ini harus menyangkut dua hal, yang pertama yaitu persiapan tempat yang akan dijadikan tempat berdiskusi dan yang kedua adalah persiapan calon peserta diskusi yang aktif dalam menyumbangkan dadasan pada diskusi tersebut.
1. Persiapan Tempat
a. Tempat tersebut tidak boleh kotor, dengan kata lain harus bersih, rapid an cukup luas untuk peserta diskusi sehingga peserta tidak harus duduk berdesak-desakan. Dan jangan sampai ada angina kencang masuk ke dalam ruangan karena bias menerbangkan kertas-kertas dari para peserta diskusi.
b. Jikalau diskusi diadakan pada malam hari sebaiknya diadakan dengan penerangan yang cukup, tapi jangan sampai lampuini mengganggu peserta karena terlalu menyilaukan.
c. Untuk tempat berdiskusi, usahakan agar terhindar dari suara-suara bising kendaraan, pabrik, anak-anak yang sedang bermain atau keramaian apapun, karena diskusi butuh ketenangan dan konsenterasi.
d. Dalam ruangan diskusi harus disiapkan peralatan untuk para peserta diskusi seperti : meja, kursi, asbak (untuk yang merokok), papan tulis untuk membuat skema ,gambar dan sebagainya, dan juga pengeras suara bila ruangan luas dan peserta diskusi banyak dan lain-lain.
e. Tempat diskusi harusnya dapat membuat peserta merasa senang, merasa menjadi anggota kelompok dan merasa tentram hingga dapat mengemukakan pendapat dengan bebas. Suasana itu dapat tercipta dengan adanya ketua diskusi yang didukung oleh semuanya. Hal itu dapat membuat peserta yang tadinya terpisah sendiri-sendiri bias melebur dan menjadi satu kesatuan. Dengan demikian peserta diharapkan bias merasa sederajat, merasa sama-sama penting dan dibutuhkan pendapatnya. Sehingga dapat mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Maka sebaiknya para peserta memperkenalkan dirinya dengan lengkap kepada yang lain bila belum mengenal masing-masing.
f. Peraturan tempat duduk harus diupayakan agar peserta diskusi saling bertatap muka secara bebas. Jangan sampai bertatapan muka terlalu jauh, juga jangan terlalu dekat.
2. Persiapan Calon peserta
Selain persiapan tempat dalam diskusi juga diperlukan persiapan dari peserta diskusi. Jika tanpa persiapan peserta bias menjadi pendengar yang pasif, dan jika semua peserta seperti itu maka tidak lama diskusi akan menjadi “macet” sama sekali karena tidak ada yang berpendapat atau mengemukakangagasannya. Oleh karena itu sebelum berdiskusi hendaknya peserta memikirkan hal-hal berikut ini.
a. Berfikir terlebih dahulu apa yang sudah diketahui tentang masalah yang akan dibahas. Peserta harus menyelidiki atau meneliti masalah tersebut secara teliti dan sistematis secara menyeluruh.
b. Mempelajari masalah dengan membaca atau mencari dari berbagai sumber bacaan dan membuat catatan.
c. Pelajarilah keterangan yang diperoleh dansusun dalam urutan yang padat.
d. Berlatih untuk menyampaikan suatu pendapat. Tanggapan ataupun pertanyaan dengan susunan katayang dapat dipahami oleh orang lain.
3. Susunan Organisasi Ketua dan Peserta Diskusi
Dilihat dari jumlah peserta dan pelaksanaannya diskusi dapat dibedakan atas kelompok diskusi tidak resmi dan kelompok diskusi resmi. Diskusi tidak resmi yaitu meliputi kelompok studi, kelompok pembentukan kebijaksanaan dan komite, biasanya dilakukan di dalam kelas oleh pelajar dan mahasiswa. Selain diskuti tidak resmi juga ada diskusi resmi antara lain diskusi panel, symposium, dan konfrensi. Read more...
Pada hakekatnya diskusi ialah suatu metode untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan proses berfikir secara kelompok. Kata diskusi berasal dari bahasa latin “discutio” atau “discucum” yang berarti bertukar pikiran. Sedangkan dalam bahasa inggris ialah “discussion” yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Secara garis besar diskusi berarti perundingan untuk bertukar pikiran tentang suatu masalah, dengan cara memahami suatu masalah, menemukan sebab dan mencari jalan keluar atau pemecahannya. Dalam pelaksanaannya diskusi bias dilakukan oleh dua orang, atau lebih.
Biasanya diskusi selalu diwarnai dengan Tanya jawab antar peserta. Pada kesempatan ini peserta bisa memberikan keterangan, menolak suatu gagasan ataupun memberi saran dan tanggapan dan pertisipasi lain. Dengan kata lain suatu kelompok menampilkan kejamakan pribadi-pribadi, tetapi tujuan akhirnya adalah tunggal bukan jamak. Oleh karena itu agar bias menghindari agar kelompok tidak sempat kehilangan arah maka seorang anggotanya ditunjuk dan diangkat sebagai ketua ataupun pimpinan atau yang sering disebut sebagai moderator. Dengan demikian kesimpulan dari sebuah diskusi merupakan suatu hasil dari pemikiran bersama atau kelompok.
B. Persiapan Diskusi
Dalam suatu diskusi juga diperlukan adanya suatu persiapan, karena suatu persiapan yang baik akan membuat jalannya diskusi menjadi lancer. Karena diskusi diikuti oleh banyak orang, maka persiapan ini harus menyangkut dua hal, yang pertama yaitu persiapan tempat yang akan dijadikan tempat berdiskusi dan yang kedua adalah persiapan calon peserta diskusi yang aktif dalam menyumbangkan dadasan pada diskusi tersebut.
1. Persiapan Tempat
a. Tempat tersebut tidak boleh kotor, dengan kata lain harus bersih, rapid an cukup luas untuk peserta diskusi sehingga peserta tidak harus duduk berdesak-desakan. Dan jangan sampai ada angina kencang masuk ke dalam ruangan karena bias menerbangkan kertas-kertas dari para peserta diskusi.
b. Jikalau diskusi diadakan pada malam hari sebaiknya diadakan dengan penerangan yang cukup, tapi jangan sampai lampuini mengganggu peserta karena terlalu menyilaukan.
c. Untuk tempat berdiskusi, usahakan agar terhindar dari suara-suara bising kendaraan, pabrik, anak-anak yang sedang bermain atau keramaian apapun, karena diskusi butuh ketenangan dan konsenterasi.
d. Dalam ruangan diskusi harus disiapkan peralatan untuk para peserta diskusi seperti : meja, kursi, asbak (untuk yang merokok), papan tulis untuk membuat skema ,gambar dan sebagainya, dan juga pengeras suara bila ruangan luas dan peserta diskusi banyak dan lain-lain.
e. Tempat diskusi harusnya dapat membuat peserta merasa senang, merasa menjadi anggota kelompok dan merasa tentram hingga dapat mengemukakan pendapat dengan bebas. Suasana itu dapat tercipta dengan adanya ketua diskusi yang didukung oleh semuanya. Hal itu dapat membuat peserta yang tadinya terpisah sendiri-sendiri bias melebur dan menjadi satu kesatuan. Dengan demikian peserta diharapkan bias merasa sederajat, merasa sama-sama penting dan dibutuhkan pendapatnya. Sehingga dapat mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Maka sebaiknya para peserta memperkenalkan dirinya dengan lengkap kepada yang lain bila belum mengenal masing-masing.
f. Peraturan tempat duduk harus diupayakan agar peserta diskusi saling bertatap muka secara bebas. Jangan sampai bertatapan muka terlalu jauh, juga jangan terlalu dekat.
2. Persiapan Calon peserta
Selain persiapan tempat dalam diskusi juga diperlukan persiapan dari peserta diskusi. Jika tanpa persiapan peserta bias menjadi pendengar yang pasif, dan jika semua peserta seperti itu maka tidak lama diskusi akan menjadi “macet” sama sekali karena tidak ada yang berpendapat atau mengemukakangagasannya. Oleh karena itu sebelum berdiskusi hendaknya peserta memikirkan hal-hal berikut ini.
a. Berfikir terlebih dahulu apa yang sudah diketahui tentang masalah yang akan dibahas. Peserta harus menyelidiki atau meneliti masalah tersebut secara teliti dan sistematis secara menyeluruh.
b. Mempelajari masalah dengan membaca atau mencari dari berbagai sumber bacaan dan membuat catatan.
c. Pelajarilah keterangan yang diperoleh dansusun dalam urutan yang padat.
d. Berlatih untuk menyampaikan suatu pendapat. Tanggapan ataupun pertanyaan dengan susunan katayang dapat dipahami oleh orang lain.
3. Susunan Organisasi Ketua dan Peserta Diskusi
Dilihat dari jumlah peserta dan pelaksanaannya diskusi dapat dibedakan atas kelompok diskusi tidak resmi dan kelompok diskusi resmi. Diskusi tidak resmi yaitu meliputi kelompok studi, kelompok pembentukan kebijaksanaan dan komite, biasanya dilakukan di dalam kelas oleh pelajar dan mahasiswa. Selain diskuti tidak resmi juga ada diskusi resmi antara lain diskusi panel, symposium, dan konfrensi. Read more...
Penerimaan Anggota Baru PKKMK IKIP PGRI SEMARANG 2008-09
Hallo Kawan-kawan PKKMK
God Blezz Uuuu
Pengalaman di Tuntang tanggal 25-26 bagiku sendiri,itu sangat berkesan selain bisa lebih memperdalam iman kita, acara tersebut juga sangat bagus untuk mempererat tali persaudaraan kita semua.
Kami berangkat dari IKIP PGRI jam 03.00 sore.
Ya…cukup pusing juga dengan persiapannya, sebelumnya juga harus survei ke Tuntang dulu, tapi rasa capek dan lelah terbayarkan sudah. Thanks buat panitianya ya….
Ketika sudah sampai disana, sumpah….Asyik Bwangetzzzz pokoknya.
Dipandu kakak-kakak yang narsis abizzz, mungkin karena hoby mereka narsis kali ya…
Moga tobat deh…. Hehe….. sory…bercanda luwh kakak-kakakku…
Hari pertama yang pasti lelah banget, sampai sana langsung deh acara dimulai. Padahal masih capek gara-gara perjalanan, Tapi acaranya asyik banget kog…. Tapi kenapa harus sampai malam-malam ya..?? sampai pagi kan bisa…
Jujur mataku udah merem melek,ngantuk banget.
Mula-mula diisi dengan perkenalan, dan permainan-permainan yang seru abizz…
Cuma paz waktu doa….
Wah….sumpah boz…. Ancur banget…
Gak ada konsentrasinya babar blazzz…
Tapi trims sudah bikin doa sekaligus humor…
Tapi gak apa..mungkin khilaf….
Hari kedua langsung dibuka dengan permainan.
Wah…seru banget ..kami dikerjain abizz sama kakak-kakak… Permainannya aneh-aneh tapi asyik kog… trims buat kakak-kakak ku semuanya.
Pokoknya intinya acara di Tuntang keren abizzz… semoga acara seperti ini lebih sering di adakan.
Sudah dulu ya……. Trimakasih banyak buat semua teman-teman PKKMK.
Damai Tuhan besertamu.
AMIN…… Read more...
God Blezz Uuuu
Pengalaman di Tuntang tanggal 25-26 bagiku sendiri,itu sangat berkesan selain bisa lebih memperdalam iman kita, acara tersebut juga sangat bagus untuk mempererat tali persaudaraan kita semua.
Kami berangkat dari IKIP PGRI jam 03.00 sore.
Ya…cukup pusing juga dengan persiapannya, sebelumnya juga harus survei ke Tuntang dulu, tapi rasa capek dan lelah terbayarkan sudah. Thanks buat panitianya ya….
Ketika sudah sampai disana, sumpah….Asyik Bwangetzzzz pokoknya.
Dipandu kakak-kakak yang narsis abizzz, mungkin karena hoby mereka narsis kali ya…
Moga tobat deh…. Hehe….. sory…bercanda luwh kakak-kakakku…
Hari pertama yang pasti lelah banget, sampai sana langsung deh acara dimulai. Padahal masih capek gara-gara perjalanan, Tapi acaranya asyik banget kog…. Tapi kenapa harus sampai malam-malam ya..?? sampai pagi kan bisa…
Jujur mataku udah merem melek,ngantuk banget.
Mula-mula diisi dengan perkenalan, dan permainan-permainan yang seru abizz…
Cuma paz waktu doa….
Wah….sumpah boz…. Ancur banget…
Gak ada konsentrasinya babar blazzz…
Tapi trims sudah bikin doa sekaligus humor…
Tapi gak apa..mungkin khilaf….
Hari kedua langsung dibuka dengan permainan.
Wah…seru banget ..kami dikerjain abizz sama kakak-kakak… Permainannya aneh-aneh tapi asyik kog… trims buat kakak-kakak ku semuanya.
Pokoknya intinya acara di Tuntang keren abizzz… semoga acara seperti ini lebih sering di adakan.
Sudah dulu ya……. Trimakasih banyak buat semua teman-teman PKKMK.
Damai Tuhan besertamu.
AMIN…… Read more...
Langganan:
Postingan (Atom)
